Instagram kini resmi membatasi jumlah tagar (hashtag) yang bisa dipakai dalam satu unggahan. Mulai diberlakukan, pengguna hanya diperbolehkan menambahkan maksimal lima hashtag di caption, baik untuk postingan feed maupun Reels.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Adam Mosseri melalui kanal pribadinya di Instagram. Ia menuliskan bahwa platform tersebut sekarang menerapkan batas lima hashtag per postingan. Pengumuman serupa juga muncul lewat akun resmi Instagram @creators.
Batasan ini diterapkan secara global dan sudah mulai dirasakan pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia. Saat pengguna mengetik simbol tagar di kolom caption, akan muncul notifikasi pop-up bertuliskan: “you can only add 5 hashtags to your caption” (kamu hanya bisa menambahkan 5 hashtag ke caption kamu).
Langkah ini diduga menjadi cara Instagram untuk mengurangi spam serta mencegah praktik manipulasi jangkauan (reach). Selain itu, kebijakan tersebut juga sejalan dengan perubahan algoritma Instagram yang kini lebih mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dibanding hashtag sebagai sarana distribusi konten.


Mosseri menilai, memakai hashtag sedikit tapi tepat sasaran justru lebih membantu kinerja konten dan membuat pengalaman pengguna lebih nyaman dibanding menumpuk tagar umum dalam satu postingan. Instagram juga menegaskan bahwa pengaruh hashtag untuk menemukan konten sudah tidak sebesar dulu, karena sekarang rekomendasi lebih banyak ditentukan oleh sistem AI yang menampilkan konten sesuai minat tiap orang.
Walaupun begitu, hashtag masih dianggap berguna sebagai penanda topik. Tagar bisa membantu sistem memahami konteks unggahan dan memudahkan orang mencari konten dengan tema serupa, asalkan dipakai secara relevan dan tidak berlebihan. Arah kebijakan ini mirip dengan Threads milik Meta, yang bahkan membatasi pengguna hanya boleh memakai satu tag topik di setiap unggahan.
Mosseri juga beberapa kali menekankan bahwa hashtag bukan lagi kunci utama untuk menaikkan reach. Pada Februari lalu, ia bahkan menyebut hashtag “tidak bekerja” untuk mendorong jangkauan, meskipun tetap bermanfaat sebagai penjelas topik dan penghubung antar postingan. Lewat pembatasan ini, Instagram ingin kreator lebih fokus pada kualitas konten, relevansi tema, dan deskripsi yang jelas, bukan mengejar jangkauan dengan deretan hashtag panjang.































