Thailand memang keluar sebagai juara umum SEA Games 2025, tetapi keberhasilan itu terasa kurang lengkap. Indonesia ikut menjadi alasan mengapa euforia tuan rumah seperti tertahan.
Sejak hari pertama sebagai penyelenggara, Thailand langsung memimpin klasemen perolehan medali. Target mereka jelas: sukses menggelar ajang sekaligus sukses menguasai prestasi. Namun, tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Ada sasaran yang meleset, bahkan ada yang bisa dibilang gagal total.
Pukulan paling terasa datang dari cabang favorit: sepak bola dan futsal. Harapan meraih empat emas dari dua cabor tersebut justru sirna karena medali tertinggi jatuh ke negara lain. Wajar jika ini dianggap menyakitkan, mengingat sepak bola dan futsal punya tempat spesial bagi publik Thailand.
“Kegagalan di olahraga-olahraga favorit memengaruhi performa tim secara keseluruhan,” tulis Dailynews saat menyoroti hasil buruk Thailand di sepak bola dan futsal.
Indonesia jadi salah satu penyebab utama Thailand harus gigit jari.
Di futsal putri, Indonesia membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Thailand di semifinal. Meski berstatus nonunggulan, Ikeu Rosita dan rekan-rekan mampu memberi perlawanan sengit. Skor imbang 4-4 hingga waktu normal memaksa laga berlanjut ke adu penalti, dan Indonesia menang tipis 7-6—mengubur mimpi tuan rumah.
Di futsal putra, Indonesia kembali menegaskan dominasi dengan kemenangan telak 6-1 atas Thailand pada laga terakhir. Format round robin membuat hasil tersebut memastikan Muhammad Iqbal dan kawan-kawan tampil sebagai kampiun.
Sementara di sepak bola, gengsi Thailand juga runtuh. Di final, Vietnam menaklukkan “Gajah Perang” dengan skor 3-2. Untuk sektor putri, Thailand bahkan tak sampai ke final dan harus puas membawa pulang medali perunggu.
































