Pelatih Timnas Futsal Indonesia U-16, Reka Cahya Punthoadi, menilai anak asuhnya kehilangan konsentrasi ketika laga melawan Vietnam berakhir imbang pada ajang Piala AFF Futsal U-16 2025.
Pada pertandingan yang digelar di Nonthaburi, Thailand, Rabu (22/12) siang, Indonesia U-16 sempat memimpin 2-0. Namun keunggulan itu sirna setelah Vietnam menyamakan kedudukan ketika pertandingan hanya menyisakan 33 detik.
“Dalam olahraga, hasil bisa bermacam-macam: menang, seri, atau kalah. Tadi pertandingan berjalan cukup baik, hanya saja kami belum berhasil meraih kemenangan,” ujar Reka usai laga.
Reka menegaskan, hilangnya fokus di menit-menit akhir tidak boleh terulang. Ia menyebut kejadian ini sebagai pelajaran penting bagi para pemain agar lebih siap menghadapi situasi krusial.
“Kami harus menjaga fokus penuh selama 2×20 menit. Di turnamen seperti ini, selisih satu atau dua detik saja bisa berdampak besar. Saya ingin pemain tetap konsentrasi dari menit pertama sampai menit terakhir,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya punya tanggung jawab untuk terus mengingatkan tim supaya tampil lebih disiplin dan tidak lengah hingga peluit akhir, seperti yang disampaikan dalam rilis resmi FFI.
Pada laga berikutnya, Indonesia U-16 dijadwalkan menghadapi Brunei Darussalam di tempat yang sama, Kamis (25/12) siang.
Sebelumnya, Brunei kalah telak 0-20 dari Thailand. Situasi ini membuat Indonesia U-16 berpeluang meraih kemenangan besar, tetapi para pemain tetap diingatkan untuk tidak memandang remeh lawan.
































