Marlon Harewood, sosok yang pernah merumput di Liga Inggris, membagikan cerita menarik tentang momen ketika Cristiano Ronaldo kembali ke Manchester United usai liburan dan tampil dengan perubahan fisik yang mencolok. Harewood menilai, Ronaldo sadar betul bahwa Premier League dikenal keras, penuh kontak, dan menuntut fisik kuat karena pemain bisa sering ditekel maupun didorong lawan.
Eks penyerang Aston Villa itu mengaku kaget saat melihat Ronaldo kembali ke lapangan setelah jeda liburan. Menurutnya, tubuh bintang Portugal tersebut terlihat jauh lebih berisi dan berotot dibanding sebelumnya.
“Ada satu musim panas ketika dia balik setelah liburan, dan perubahan itu benar-benar luar biasa. Dia jadi besar banget. Semua orang sampai bertanya, ‘kamu makan apa?’,” kata Harewood, dikutip dari Sportskeeda.
Harewood menegaskan transformasi itu bukan terjadi begitu saja. Ronaldo, kata dia, memang sengaja mempersiapkan diri menghadapi ketatnya persaingan serta permainan fisik di Liga Inggris.
“Dia tahu dia bakal sering ditekel dan didorong, jadi dia latihan di gym setiap hari. Fokusnya ke kekuatan tubuh, pergelangan kaki, dan keseimbangan. Begitu balik, dia jauh lebih kuat,” ujar Harewood.
Selain latihan, Harewood juga menyinggung kebiasaan Ronaldo yang disiplin dalam menjaga pola hidup. Ia menyebut Ronaldo sangat ketat soal makanan dan bahkan memakai koki pribadi—sesuatu yang pada masa itu masih jarang dilakukan pemain sepak bola.
“Kami dulu heran, ‘kenapa dia pakai koki pribadi?’ Tapi sekarang kita paham. Dia menjaga makan, tidur dengan disiplin, rutin pemulihan seperti mandi es, dan kebiasaan itu masih dia jalani sampai sekarang,” ucap Harewood.
Harewood pun tak ragu melontarkan pujian tinggi dengan menyebut CR7 layaknya “mesin” karena profesionalisme dan konsistensinya.
Pemain yang pernah berduel langsung melawan Ronaldo di Premier League itu mengatakan, tanda-tanda kebesaran Ronaldo sebenarnya sudah terlihat sejak awal.
“Ya, seratus persen. Waktu saya bermain melawannya, Anda sudah bisa melihat apa yang akan dia capai. Statistiknya di Manchester United menunjukkan kalau dia terus berkembang, dia akan jadi seperti sekarang,” kata Harewood.
Ia juga menyoroti fakta bahwa Ronaldo masih bermain di usia 40 tahun, sesuatu yang menurutnya sangat langka dan luar biasa.
“Profesionalismenya gila. Masih bermain di usia 40 tahun itu fenomenal. Angka-angkanya juga tetap hebat. Anda bisa lihat dedikasinya—dia serius banget soal kebugaran. Dia seperti mesin,” tambahnya.
Di akhir, Harewood bahkan menyebut Ronaldo sebagai contoh ideal untuk generasi muda.
“Kalau Anda ingin memberi contoh ke anak Anda, bilang saja: ‘Lihat apa yang dia lakukan dan apa yang bisa dia capai’,” tutup Harewood.
































