Xiaomi kembali menghadirkan perangkat perawatan diri terbaru lewat peluncuran Mijia Electric Shaver Pro, yang menjadi seri flagship untuk kategori alat cukur elektrik. Produk ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan proses mencukur yang lebih cepat, hasil lebih rapi, serta terasa nyaman di kulit. Kehadirannya sekaligus menambah kuat jajaran perangkat personal care dalam ekosistem smart lifestyle Xiaomi.
Dari segi tampilan, Mijia Electric Shaver Pro sekilas memang mengingatkan pada Xiaomi Electric Shaver S301. Meski begitu, model baru ini diposisikan di level lebih tinggi karena membawa peningkatan besar di berbagai sisi, mulai dari material bodi, teknologi pada pisau, hingga sistem motor yang dibuat lebih modern dan bertenaga.
Untuk desain pencukurnya, perangkat ini memakai kepala rotary dengan tiga unit pisau. Masing-masing kepala dilengkapi struktur dual-ring bergelombang yang dirancang untuk memperluas jangkauan pemotongan. Dengan begitu, bulu atau rambut dapat terangkat dan terpotong lebih efektif hanya dengan beberapa kali gerakan.
Sementara itu, bagian pisaunya memanfaatkan stainless steel dengan kandungan nikel rendah sehingga lebih bersahabat untuk kulit sensitif. Xiaomi juga menambahkan lapisan micro-bead coating untuk mengurangi gesekan saat digunakan. Kombinasi tersebut membantu menekan risiko iritasi dan membuat pengalaman mencukur terasa lebih halus.

Di bagian dalam bodinya, Xiaomi menanamkan motor pintar berkecepatan tinggi yang mampu menghasilkan jutaan gerakan pemotongan tiap menit. Perangkat ini juga dilengkapi chip cerdas yang dapat mendeteksi ketebalan janggut secara real-time, lalu menyesuaikan tenaga motor secara otomatis supaya hasil cukuran tetap rata dan stabil.
Kepala pencukurnya mendukung mekanisme mengambang 360 derajat, sehingga lebih mudah mengikuti lekuk wajah, termasuk area sulit seperti rahang dan dagu. Dengan kemampuan ini, potensi ada bagian yang terlewat bisa dikurangi secara signifikan.
Mijia Electric Shaver Pro turut membawa layar warna dinamis yang menampilkan informasi penting, seperti mode penggunaan, sisa daya baterai, sampai pengingat perawatan. Selain itu, tersedia sensor tekanan lengkap dengan indikator cahaya untuk membantu mencegah pengguna menekan terlalu keras.
Untuk urusan baterai, Xiaomi mengklaim perangkat ini dapat bertahan hingga 95 hari untuk pemakaian ringan. Pengisian dayanya sudah memakai USB Type-C dengan dukungan fast charging, dan perangkat juga mengantongi sertifikasi IPX8. Di pasar China, harganya dipatok 469 yuan, setara sekitar Rp1,05 juta.
































