Las Vegas, 5 Januari 2026 — Intel resmi memperkenalkan generasi prosesor terbarunya, Intel Core Ultra Series 3, dalam gelaran CES 2026. Produk ini diposisikan sebagai platform AI PC terbaru dari Intel, yang dibangun menggunakan proses teknologi Intel 18A dan diproduksi langsung di Amerika Serikat. Menariknya, Intel juga menyebut seri ini sebagai yang memiliki adopsi terluas saat ini, dengan dukungan lebih dari 200 rancangan laptop dari berbagai mitra global.
Mengutamakan efisiensi, performa, dan kemampuan AI
Core Ultra Series 3 dikembangkan dengan pendekatan yang lebih “dewasa”. Intel menghadirkan peningkatan pada kinerja CPU, memperkuat GPU terintegrasi, serta menambah kemampuan komputasi AI, tanpa mengorbankan efisiensi daya. Dukungan untuk aplikasi x86 juga tetap dipertahankan, sehingga pengguna tidak perlu cemas soal kompatibilitas software yang sudah digunakan selama ini.

Di segmen mobile, Intel menghadirkan kategori baru Core Ultra X9 dan Core Ultra X7. Seri ini mengusung grafis terintegrasi Intel Arc yang diklaim menawarkan performa paling kencang di kelasnya. Perpaduan tersebut ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan satu perangkat untuk berbagai kebutuhan—mulai dari pekerjaan produktif, pembuatan konten, hingga bermain gim—tanpa harus berganti laptop.



Varian paling atas hadir dengan konfigurasi hingga 16 core CPU, 12 Xe-core GPU, serta kemampuan AI yang tembus 50 NPU TOPS. Intel juga menyebut ada peningkatan performa multithread hingga 60%, lonjakan kinerja gaming yang jauh lebih tinggi, dan ketahanan baterai yang diklaim dapat mencapai 27 jam untuk pemakaian mobile.

Selain keluarga Ultra, Intel turut merilis Intel Core Series 3 yang ditujukan untuk laptop kelas menengah. Meski masih satu “garis keturunan” arsitektur dengan Core Ultra Series 3, spesifikasinya diatur ulang agar produsen dapat menghadirkan perangkat dengan harga lebih bersahabat. Dengan begitu, laptop tetap terasa cepat, responsif, dan hemat daya, tanpa harus berada di segmen premium.
Tidak hanya laptop, merambah edge dan industri
Ekosistem Core Ultra Series 3 juga diperluas ke ranah edge dan industri. Ini menjadi pertama kalinya prosesor tersebut tersedia dalam varian yang mengantongi sertifikasi untuk kebutuhan embedded dan industrial—termasuk dukungan operasi 24/7, performa yang konsisten, serta rentang toleransi suhu yang lebih lebar untuk penggunaan di berbagai lingkungan kerja.

Intel menyebut kinerja untuk menjalankan large language model (LLM) meningkat hingga 1,9x dibanding generasi/solusi sebelumnya. Sementara untuk kebutuhan analitik video end-to-end, efisiensi juga diklaim lebih baik, dengan rasio performa per watt per dolar yang mencapai 2,3x.
Bukan hanya itu, kemampuan pemrosesan model vision–language–action disebut melonjak sampai 4,5x. Seluruh peningkatan ini didukung oleh akselerasi AI yang terintegrasi dalam satu SoC, sehingga sistem tidak lagi terlalu bergantung pada kombinasi CPU dan GPU terpisah. Dampaknya, biaya operasional dan total cost of ownership (TCO) dapat ditekan—terutama untuk kebutuhan industri, otomasi, dan infrastruktur pintar yang beroperasi 24/7.
Kapan Intel Core Ultra Series 3 mulai tersedia di pasaran?



Laptop konsumen yang menggunakan Intel Core Ultra Series 3 dijadwalkan mulai bisa dipesan lebih dulu (pre-order) pada 6 Januari 2026. Ketersediaan secara global menyusul pada 27 Januari 2026, lalu akan ada model-model tambahan yang dirilis bertahap sepanjang paruh pertama tahun ini. Sementara itu, untuk segmen edge dan industri, Intel menargetkan ketersediaan mulai kuartal II 2026.
































