Setelah lama meniti karier di panggung internasional, Agnez Mo kini kembali ke Indonesia. Kedatangannya kali ini terasa istimewa karena ia dijadwalkan menjadi salah satu pengisi acara di perayaan HUT ke-31 Indosiar—stasiun TV yang sudah mengikuti perjalanan kariernya sejak ia berusia 9 tahun.
“Tampil di acara ini benar-benar spesial, dan saya ingin memberikan penampilan yang maksimal,” ujar Agnez dalam program Hot Kiss yang diunggah di YouTube Indosiar pada Rabu (07/01). Demi tampil prima, ia menjalani latihan intensif agar kondisi fisiknya tetap kuat dan bugar.
Agnez menyiapkan pertunjukan dengan fokus pada energi dan emosi, supaya penonton yang hadir langsung maupun yang menyaksikan dari rumah bisa ikut merasakan atmosfer panggung yang lebih dalam. Baginya, ini juga menjadi wujud terima kasih untuk para penggemar di Tanah Air. Ia akan tampil di malam puncak hari kedua pada 11 Januari 2026, bersama deretan musisi lain seperti Iwan Fals, Isyana Sarasvati, dan Putri Ariani. Dari ranah dangdut, Dewi Persik serta Lesti Kejora juga akan ikut memeriahkan acara.
Panggung utama dan pembukaan yang dibuat lebih dramatis

Agnez mengungkapkan bahwa perayaan tahun ini akan menghadirkan panggung yang besar dengan konsep yang cukup kompleks. Salah satu hal yang ia bocorkan adalah pemakaian teknologi lift saat sesi pembukaan untuk menciptakan efek visual yang spektakuler.
Selain itu, dalam salah satu penampilannya, Agnez direncanakan bergerak melewati tiga area panggung yang berbeda. Konsep ini tentu menuntut stamina tinggi karena ia harus terus aktif berpindah dan bergerak di area panggung yang luas demi memberikan pengalaman pertunjukan yang lebih unik dan berkesan.
Tetap jadi diri sendiri dengan gaya yang paling nyaman
Soal urusan busana, Agnez Mo menegaskan dirinya tetap berpegang pada karakter dan identitas pribadi, tanpa merasa harus mengikuti standar lama yang dulu sering dianggap “wajib”. Ia mengenang masa ketika banyak penyanyi perempuan dinilai kurang pantas tampil di panggung jika tidak memakai sepatu hak tinggi. Tetapi untuk penampilan terbarunya, Agnez memilih gaya yang menurutnya paling pas dan nyaman—termasuk memakai sneakers.
“Yang seru itu ketika aku bisa tetap jadi diri aku sendiri di atas panggung. Aku nggak perlu jadi orang lain,” tuturnya.
Total perhatian, total energi
Persiapan Agnez tidak berhenti pada latihan fisik atau koreografi. Ia juga memberi fokus besar pada sisi musikalitas, termasuk diskusi dan brainstorming bersama para musisinya. Targetnya jelas: memastikan kualitas audio dan aransemen musik live terdengar solid dan meninggalkan kesan kuat bagi penonton.
Ia pun bekerja keras agar energi yang ia bawa saat tampil bisa “nyampe” ke semua orang—bukan hanya yang menonton langsung, tetapi juga pemirsa di rumah.
“Kita mau memastikan pas lagi manggung, orang bisa ngerasain—bahkan yang di rumah juga bisa ngerasain energinya,” kata Agnez. Dengan dukungan lighting yang memukau dan aksi panggung yang penuh semangat, ia berharap penonton terhibur dan ikut terbawa antusias sepanjang penampilannya.
































