Bagi pencinta buah, nanas punya daya tarik tersendiri—bukan cuma dari bentuknya yang unik, tetapi juga rasanya. Kombinasi manis, segar, dan sedikit asam membuat nanas menjadi salah satu buah tropis favorit banyak orang.
Di balik sensasi rasanya, nanas yang mudah ditemukan di Indonesia menyimpan beragam potensi kesehatan. Buah ini kaya vitamin, mineral, serta nutrisi penting yang sering dikaitkan dengan manfaat medis. Berikut 7 manfaat nanas yang dikenal baik untuk tubuh.
1. Mendukung Daya Tahan Tubuh
Sejak lama, nanas dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Kandungan vitamin, mineral, dan enzim di dalamnya bekerja bersama untuk membantu memperkuat sistem imun, sekaligus meredakan peradangan yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
2. Menjaga Jantung dan Mengurangi Risiko Stroke
Ahli gizi Anjali Mukerjee (NDTV) menyebut bromelain pada nanas dapat membantu melancarkan aliran darah ke jantung dengan membuat otot di sekitar pembuluh darah utama lebih rileks. Selain itu, sifat anti-penggumpalan darahnya turut berperan dalam menurunkan risiko serangan jantung maupun stroke.
3. Berpotensi Menekan Risiko Kanker
Peradangan kronis dan stres oksidatif kerap dikaitkan dengan perkembangan kanker. Sejumlah penelitian menunjukkan bromelain dalam nanas dapat membantu mengurangi peradangan, yang diduga berkontribusi menurunkan risiko kanker. Meski begitu, penelitian pada manusia masih terus dikembangkan.
4. Membantu Melawan Stres Oksidatif
Nanas termasuk sumber antioksidan yang baik. Antioksidan membantu tubuh menghadapi stres oksidatif akibat radikal bebas—molekul tidak stabil yang dapat merusak sel dan meningkatkan risiko penyakit kronis (Healthline).
5. Membantu Pemulihan Otot Setelah Olahraga
Latihan intens sering membuat otot terasa nyeri dan meradang. Mengonsumsi nanas, misalnya lewat smoothie setelah berolahraga, dapat membantu mempercepat pemulihan berkat efek anti-inflamasi yang menenangkan jaringan otot.
6. Mendukung Pemulihan Jaringan dan Kulit
Menurut ahli gizi Julia Zumpano, RD, LD (Cleveland Clinic), nanas dikenal sebagai sumber alami bromelain yang dapat membantu proses pemulihan jaringan. Enzim ini dapat mendukung pengurangan bengkak dan rasa tidak nyaman pada area yang mengalami cedera.
7. Mengoptimalkan Sistem Pencernaan
Keunggulan nanas terletak pada bromelain—enzim pencernaan yang membantu memecah protein, sehingga penyerapan nutrisi di usus halus menjadi lebih mudah, terutama saat makan daging. Ditambah kandungan seratnya, nanas juga membantu menjaga kelancaran pencernaan.
Kandungan Nutrisi Nanas (165 Gram)
Mengacu pada data MedicineNet, dalam sekitar satu cangkir potongan nanas (±165 gram) terdapat:
- Energi: 82,5 kkal
- Air: 142 gram
- Serat: 2,3 gram
- Karbohidrat: 21,6 gram
- Protein: 0,891 gram
- Vitamin C: 79 gram
Selain itu, nanas juga mengandung mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, zinc, serta vitamin A, E, K, dan B9 (folat).
Efek Samping dan Risiko Konsumsi Nanas
Secara umum, nanas aman dikonsumsi setiap hari dalam porsi wajar. Namun, beberapa orang perlu lebih berhati-hati. Penderita diabetes disarankan memperhatikan asupan karena nanas mengandung gula dan karbohidrat cukup tinggi.
Pada individu dengan alergi atau sensitivitas tertentu, bromelain dapat memicu reaksi alergi atau gangguan pencernaan, misalnya diare dan sakit perut. Ahli gizi Breanna Woods, RD, juga mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan bisa menimbulkan keluhan seperti mual atau nyeri ulu hati. Sifat asam dan enzim pada nanas segar pun kadang menimbulkan sensasi “gatal” atau iritasi ringan di lidah.
































