Motorola baru saja memperkenalkan tracker generasi kedua mereka, Moto Tag 2. Dibanding versi sebelumnya, perangkat pelacak yang sudah mendukung UWB ini dibekali daya tahan baterai jauh lebih panjang, diklaim bisa bertahan hingga 500 hari atau kira-kira 1,5 tahun.
Sebagai pembanding, Moto Tag generasi pertama disebut mampu menyala sampai 365 hari. Menariknya, Moto Tag 2 masih memakai baterai koin CR2032 yang sama, tetapi pengelolaan dayanya lebih efisien—peningkatannya sekitar 35%.
Peningkatan ini salah satunya dipengaruhi penggunaan Bluetooth 6.0, yang lebih irit daya dibanding Bluetooth 5.4. Versi Bluetooth terbaru ini juga membawa fitur Channel Sounding, yang membantu pengukuran jarak menjadi lebih presisi, terutama saat digunakan di dalam ruangan.
Di sisi lain, teknologi ultra-wideband (UWB) membuat pelacakan posisi lebih akurat karena mampu menunjukkan jarak dan arah. Moto Tag 2 juga terhubung dengan Google Find Hub Network, sehingga selama ada perangkat Android di sekitar, tracker tetap bisa terlacak meskipun posisinya jauh dari pemiliknya.

Moto Tag 2 juga membawa peningkatan pada ketahanan air, dengan sertifikasi IP68, naik dari IP67 pada generasi sebelumnya. Artinya, tracker terbaru Motorola ini mampu bertahan di dalam air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Tak hanya itu, Motorola menyematkan tombol fisik bawaan yang berfungsi untuk membunyikan smartphone yang terhubung, bahkan saat ponsel berada dalam mode senyap. Dari sisi tampilan, perubahan desain terbilang minimal, namun kini tersedia pilihan warna khas Pantone Laurel Oak dan Arabesque yang terlihat lebih premium.
Untuk harga, Moto Tag 2 dijual mulai 39 euro atau sekitar Rp700 ribuan. Perangkat ini direncanakan hadir di berbagai pasar, termasuk Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, hingga kawasan Asia-Pasifik. Menarik untuk ditunggu, apakah Motorola akan membawanya secara resmi ke pasar Indonesia?
































