Di balik image Girls’ Generation yang terlihat kompak dan tetap eksis lebih dari satu dekade, ternyata ada kisah yang baru diungkap Hyoyeon—jujur, ringan, tapi bikin fans ikut senyum dan merasa “oh, mereka juga manusia.”
Hyoyeon menunjukkan bahwa bahkan grup legendaris pun pernah melewati momen canggung, sama seperti dinamika rekan kerja pada umumnya.
Pada 19 Januari waktu Korea, Hyoyeon hadir sebagai bintang tamu di kanal YouTube DNE Comment. Dalam obrolan tersebut, ia membagikan cerita yang jarang terdengar mengenai hubungan internal SNSD.
Dengan gaya santainya, Hyoyeon menjawab pertanyaan Donghae tentang apakah para member pernah bertengkar satu sama lain. Ia mengaku, SNSD sebenarnya jarang mengalami konflik besar. Menurutnya, itu karena para member sudah terbiasa melihat masalah dengan kepala dingin—lebih objektif dan tidak buru-buru terbawa emosi.
Namun, ia juga menambahkan satu hal yang membuat suasana jadi lucu: kalau harus menunjuk siapa yang paling “berani” menyampaikan perasaan, Hyoyeon merasa orang itu adalah dirinya sendiri. Pengakuan yang terasa sangat Hyoyeon: ceplas-ceplos dan apa adanya.
Hyoyeon lalu mengingat momen yang ia anggap sebagai konflik terbesar, sampai sempat mengganggu jadwal latihan. Yang jadi penyebabnya, justru kesalahannya sendiri, dan situasinya bahkan berpotensi menimbulkan masalah dengan pihak stasiun TV.
Ia bercerita bahwa kala itu dirinya terlambat datang karena mengalami insiden di perjalanan pulang dari Yongpyong Ski Resort. Mobil yang ia tumpangi harus putar balik, ia pun terpaksa mencari kendaraan lain, dan akhirnya tiba jauh melewati jadwal.
Hal yang membuat masalah makin rumit: Hyoyeon saat itu hanya meminta maaf kepada pihak stasiun televisi, bukan langsung kepada member. Ia mengira menjelaskan kejadian tersebut akan membuat member lain khawatir, jadi ia memilih diam.
Ternyata pilihan itu memicu kesalahpahaman, karena keterlambatannya menyangkut tanggung jawab tim. Para member pun merasa kecewa karena tidak mendapat permintaan maaf secara langsung.
Hyoyeon bahkan tertawa saat mengingat dirinya datang dengan santai sambil berkata, “Ayo naik, fighting!” tanpa menyadari suasana sedang tegang. Dua member lalu menegurnya dengan halus—mengingatkan bahwa ia seharusnya meminta maaf terlebih dulu.
Begitu menyadari kekeliruannya, Hyoyeon akhirnya meminta maaf, dan situasi pun kembali mencair. Bagi banyak orang, momen ini jadi bukti bagaimana komunikasi yang dewasa bisa menjaga hubungan mereka tetap kuat sampai sekarang.
Donghae yang mendengar cerita itu ikut bercanda, katanya refleks pertama saat terlambat seharusnya memang langsung minta maaf. Hyoyeon menimpali sambil tertawa dan mengakui bahwa waktu itu memang sepenuhnya salah dia.
Tak hanya soal konflik, Hyoyeon juga membahas rencana lama yang sempat ia impikan: membentuk unit bersama Yuri. Ia membayangkan konsepnya mirip dengan Super Junior D&E, bahkan sempat meminta masukan langsung dari mereka.
Sayangnya, rencana itu tidak pernah terwujud karena jadwal yang selalu bentrok. Saat Hyoyeon siap, Yuri sedang sibuk. Ketika Yuri punya waktu, Hyoyeon justru berada di masa istirahat.
Hyoyeon mengaku dulu sempat kecewa, tapi sekarang ia memahami bahwa timing memang krusial di industri hiburan. Cerita ini memperlihatkan kedewasaan emosional yang terbentuk lewat perjalanan panjang mereka.
Pengakuan Hyoyeon ini akhirnya membuat fans semakin menghargai SNSD: bukan hanya ikonik, tetapi juga manusiawi. Dari konflik kecil hingga mimpi yang tertunda, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang yang layak diapresiasi.
































