Kabar kurang mengenakkan menimpa aktor muda Thailand yang tengah populer, Jimmy Jitaraphol Potiwihok.
Usai merayakan kelulusannya dari program magister, Jimmy justru dihadapkan pada persoalan serius terkait dugaan pelanggaran privasi. Ia disebut menjadi korban perekaman video secara diam-diam tanpa persetujuan, lalu rekaman tersebut beredar luas di media sosial dan berpotensi memengaruhi reputasi serta citranya sebagai figur publik.
Menanggapi hal ini, GMMTV—agensi tempat Jimmy bernaung—langsung menunjukkan sikap tegas. Pada 15 Januari 2026, perusahaan mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah menunjuk tim kuasa hukum untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang.
Dalam pernyataannya, GMMTV menekankan bahwa tindakan merekam dan menyebarkan konten tanpa izin merupakan bentuk pelecehan sekaligus pelanggaran hak privasi yang tidak bisa ditoleransi.
GMMTV juga menyebut bahwa laporan hukum tersebut ditujukan kepada pemilik akun Instagram yang diduga berperan sebagai penyebar utama video ilegal itu. Agensi menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum sampai tuntas demi melindungi hak, martabat, serta nama baik Jimmy.
































