Buat banyak orang, menyusun playlist sering terasa seperti tugas kecil yang diam-diam menyita waktu. Kita harus mencari lagu satu per satu, menyesuaikannya dengan suasana hati, lalu berkali-kali mengutak-atik daftar lagu karena rasanya belum cocok. Sekarang Spotify mencoba mempermudah proses itu lewat fitur Prompted Playlist, yang memungkinkan pengguna membuat playlist cukup lewat sebuah prompt.
Cara Pakai Fitur Prompted Playlist di Spotify
Melalui fitur ini, pengguna cukup mengetikkan gambaran musik yang ingin didengarkan—bisa berdasarkan mood, kegiatan yang sedang dilakukan, atau campuran genre tertentu. Setelah itu, Spotify akan otomatis membuatkan playlist tanpa perlu repot menambahkan lagu satu per satu.
Hasil playlist yang dibuat juga tidak hanya “menangkap” kata kunci dari prompt. Spotify mengombinasikan deskripsi pengguna dengan histori mendengarkan, sehingga rekomendasinya terasa lebih personal dan sesuai kebiasaan masing-masing. Kalau daftar lagunya belum pas, prompt bisa diedit kapan saja, atau pengguna bisa membuat playlist baru dari awal.
Spotify turut menyediakan opsi pembaruan otomatis. Playlist bisa diatur agar lagu-lagunya diperbarui harian atau mingguan, sehingga pengguna tidak perlu rutin menambah lagu secara manual.
Yang menarik, setiap lagu di dalam playlist biasanya disertai penjelasan singkat tentang alasan pemilihannya. Ini membuat rekomendasi terasa lebih jelas dan “transparan” bagi pengguna.
Untuk mengaksesnya, fitur Prompted Playlist bisa ditemukan lewat menu Create di aplikasi Spotify. Buat yang selama ini merasa bikin playlist itu ribet, cukup tulis satu kalimat dan playlist langsung jadi bisa menjadi cara yang jauh lebih praktis.
Sebelumnya, Prompted Playlist sempat diuji di Selandia Baru. Kini fitur tersebut mulai tersedia untuk pelanggan Premium di Amerika Serikat dan Kanada. Walau masih berstatus beta, fitur ini sudah bisa digunakan langsung lewat aplikasi—tinggal menunggu peluncuran lebih luas secara global.
































