OpenAI kabarnya sedang mempersiapkan peluncuran perangkat keras pertamanya. Uniknya, produk yang dibicarakan bukan ponsel, kacamata pintar, atau wearable canggih, melainkan sebuah pena. Informasi ini mencuat setelah rumor terbaru menyinggung proyek rahasia “io”, startup yang disebut telah diakuisisi OpenAI pada Mei lalu.
“io” diketahui didirikan oleh Jony Ive, sosok desainer ikonik yang selama lebih dari dua dekade berperan besar membentuk tampilan iPhone, iPad, hingga MacBook di Apple. Usai meninggalkan Apple, Ive membangun LoveFrom, sebuah studio desain independen, dan dari sana lahirlah “io” sebagai unit yang berfokus pada pengembangan hardware generasi baru.
Namun pena ini jelas bukan sekadar alat tulis. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut perangkat tersebut memiliki kemampuan “contextually aware”, yang mengarah pada kemampuan memahami situasi atau konteks saat digunakan. Setelah io berada di bawah payung OpenAI, perangkat ini nyaris pasti akan menjadikan AI sebagai pusat fungsinya—meskipun detail mekanisme dan fitur spesifiknya masih rapat tertutup.
Dua Perangkat Lain Juga Disebut Sedang Disiapkan
Selain pena AI, OpenAI juga dirumorkan menyiapkan dua perangkat lain. Salah satunya adalah perangkat audio portabel yang dirancang agar mudah dibawa dan dipakai di berbagai kondisi.
Untuk urusan manufaktur, Foxconn disebut-sebut menjadi kandidat terkuat. Vietnam dinilai sebagai lokasi produksi yang paling memungkinkan, menggantikan skenario awal yang kabarnya melibatkan Luxshare. OpenAI disebut tidak ingin memproduksi perangkat di China, walau tetap ada peluang kecil sebagian produksi dilakukan Foxconn di Amerika Serikat.
Akuisisi io sendiri dikabarkan bernilai sekitar USD 6,5 miliar melalui skema saham. Deretan perangkat ini disebut akan diposisikan sebagai “third-core device”, yakni perangkat pendamping yang melengkapi peran laptop dan smartphone dalam kegiatan sehari-hari.
Gagasan “perangkat ketiga” sebenarnya bukan hal baru. Beberapa produk serupa pernah muncul lebih dulu, tetapi banyak yang gagal menjadi bagian penting dari rutinitas pengguna. Apakah pena AI hasil kolaborasi OpenAI dan Jony Ive dapat menghadirkan pengalaman yang benar-benar berguna, atau justru mengikuti jejak pendahulunya, masih menarik untuk dinantikan.
































