Elon Musk kembali mencatat tonggak baru dalam sejarah kekayaan dunia. Ia disebut menjadi orang pertama yang memiliki kekayaan bersih melewati 600 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp 10.033 triliun. Sebelumnya, pada Oktober, kekayaannya juga sempat menyentuh 500 miliar dolar AS, menjadikannya yang pertama menembus angka tersebut (lebih dari Rp 8.000 triliun).
Kenaikan besar ini dipicu oleh perkembangan di SpaceX, perusahaan roket miliknya. SpaceX melakukan tender offer yang menempatkan valuasi perusahaan di kisaran 800 miliar dolar AS (sekitar Rp 13.378 triliun). Nilai ini melonjak dua kali lipat dibanding valuasi sekitar 400 miliar dolar AS pada Agustus lalu.
Mengacu pada laporan Forbes, Musk yang memegang kurang lebih 42 persen saham SpaceX mengalami kenaikan nilai aset hingga 168 miliar dolar AS (sekitar Rp 16.716,1 triliun).
Berkat lonjakan tersebut, total kekayaan bersih CEO Tesla dan SpaceX itu diperkirakan mencapai 677 miliar dolar AS, atau kira-kira Rp 11.323 triliun pada awal pekan ini waktu Amerika Serikat. Pencapaian ini membuat Musk menjadi individu pertama yang berhasil melewati batas kekayaan 600 miliar dolar AS, sebuah angka yang sebelumnya belum pernah dicapai siapa pun.
Kaya berkat SpaceX, Tesla, xAI
SpaceX juga dikabarkan sedang menyiapkan langkah menuju penawaran saham perdana (IPO) pada 2026. Bila rencana itu terwujud dan perusahaan berhasil masuk bursa dengan valuasi sekitar 1,5 triliun dolar AS, Elon Musk berpeluang menjadi orang pertama di dunia yang menyandang status triliuner.
Namun, tanpa menunggu IPO pun, SpaceX saat ini sudah menjadi aset paling bernilai dalam portofolio bisnis Musk. Menurut perkiraan Forbes, nilai kepemilikan Musk di SpaceX mencapai sekitar 336 miliar dolar AS, lebih tinggi dibanding nilai saham Tesla yang ia pegang, yang diperkirakan berada di angka 197 miliar dolar AS.
Di luar SpaceX dan Tesla, kekayaan Musk juga diperkuat oleh xAI Holdings, entitas hasil penggabungan startup AI xAI dengan platform media sosial X. Perusahaan ini disebut-sebut sedang menjajaki pendanaan baru dengan valuasi sekitar 230 miliar dolar AS. Forbes memperkirakan Musk menguasai sekitar 53 persen saham xAI Holdings, dengan nilai kepemilikan kira-kira 60 miliar dolar AS.
Lonjakan kekayaan Elon Musk dalam 5 tahun terakhir

Kenaikan kekayaan Elon Musk dalam lima tahun terakhir bisa dibilang luar biasa drastis. Pada Maret 2020, total hartanya masih berada di sekitar 24,6 miliar dolar AS.
Sejak periode itu, nilainya meroket seiring lonjakan saham Tesla dan ekspansi bisnis SpaceX. Dampaknya, pada Agustus di tahun yang sama, Musk masuk jajaran orang kelima di dunia yang berhasil menembus kekayaan 100 miliar dolar AS.
Tak berselang lama, pada Januari 2021, Musk untuk pertama kalinya dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan estimasi kekayaan hampir 190 miliar dolar AS. Kemudian pada September 2021, ia kembali menorehkan rekor dengan menjadi orang ketiga di dunia yang melampaui 200 miliar dolar AS—setelah Jeff Bezos (Amazon) dan Bernard Arnault (LVMH).
Trennya terus menanjak. Musk mencapai 300 miliar dolar AS pada November 2021, lalu melewati 400 miliar dolar AS pada Desember 2024, dan menyentuh 500 miliar dolar AS pada Oktober 2025. Hingga kini, hanya satu tokoh lain yang pernah berada di kisaran 300 miliar dan 400 miliar dolar AS, yakni pendiri Oracle, Larry Ellison.
Dalam daftar miliarder Forbes, Musk yang kini memiliki kekayaan bersih di atas 600 miliar dolar AS berada sangat jauh di atas orang terkaya nomor dua, Larry Page (pendiri Google). Kekayaan Page diperkirakan sekitar 252 miliar dolar AS atau setara Rp 4.212,6 triliun.
Dengan jarak lebih dari 425 miliar dolar AS, posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia dinilai masih sulit tergeser. Apalagi, kekayaannya saat ini hanya terpaut sekitar 23 miliar dolar AS dari angka 700 miliar dolar AS, sehingga ia diperkirakan tak perlu menunggu lama untuk mencetak rekor baru berikutnya.
































